
Upaya Fenerbahce untuk memboyong Christopher Nkunku dari AC Milan kian menghadapi jalan terjal. Ketertarikan klub asal Turki tersebut memang cukup serius, terutama karena adanya hubungan masa lalu antara Nkunku dan pelatih Domenico Tedesco. Namun, seiring berjalannya waktu, peluang transfer itu terlihat semakin meredup akibat sejumlah faktor yang sulit diatasi.
Salah satu hambatan terbesar datang dari sikap AC Milan yang mematok harga tinggi bagi sang penyerang. Manajemen Rossoneri memasang banderol minimal 33 juta euro agar tidak mengalami kerugian finansial setelah investasi besar yang mereka keluarkan sebelumnya. Angka tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Fenerbahce, mengingat nilai tersebut cukup signifikan untuk ukuran pasar mereka.
Selain persoalan harga, faktor keinginan pemain juga memegang peran penting. Nkunku dikabarkan belum memiliki niat untuk meninggalkan Milan setelah baru enam bulan bergabung. Performa yang mulai menanjak, termasuk kontribusi gol pada laga terakhir, membuatnya semakin termotivasi untuk membuktikan diri di Liga Italia setelah melewati fase adaptasi dan masalah fisik di awal musim.
Situasi semakin menguatkan posisi Milan ketika Nkunku memilih fokus pada pemulihan kondisinya usai mengalami benturan dalam pertandingan terakhir. Tim medis terus memantau perkembangannya agar ia bisa segera kembali ke skuad utama. Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Nkunku diproyeksikan sudah siap kembali bersaing memperebutkan tempat di tim utama pada laga mendatang, sekaligus menutup kemungkinan hengkang dalam waktu dekat.