English
English
Vietnam
Thailand
Ruben Amorim dilaporkan menerima pesangon sekitar £10 juta setelah dipecat oleh Manchester United. Dengan kompensasi tersebut, pelatih asal Portugal itu kini memiliki waktu untuk mempertimbangkan langkah berikutnya dalam kariernya.

Media Brasil, supervasco.com, menyebut Amorim sedang diincar untuk kembali melatih dan berpeluang menangani raksasa Brasil, Vasco da Gama. Klub tersebut pernah menjuarai Copa Libertadores 1998 dan menjadi runner-up Piala Dunia Antarklub 2000, namun performanya menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, ESPN melaporkan bahwa Amorim juga menjadi kandidat utama untuk melatih Benfica apabila Jose Mourinho hengkang setelah Piala Dunia 2026 guna menangani tim nasional Portugal untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Amorim dipecat United pada 5 Januari, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Dalam konferensi pers usai laga tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya datang ke United untuk menjadi “manager, bukan sekadar pelatih”, yang diduga sebagai sindiran terhadap direktur sepak bola Jason Wilcox.
Laporan The Guardian menyebut pria 41 tahun itu berharap mendapat dukungan klub di bursa transfer Januari sebelum situasi berubah. Selama menangani United, ia hanya meraih 24 kemenangan dari 63 pertandingan, menjadikannya salah satu manajer dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarah klub.

Setelah pemecatannya, Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara dan sukses membawa tim bangkit dengan enam kemenangan dari tujuh laga, sehingga naik ke posisi ketiga klasemen.
Sebelumnya, Daily Mail melaporkan bahwa Amorim tidak ingin membahas kepergiannya hingga akhir musim agar tidak mengganggu peluang United lolos ke Liga Champions. Namun, salah satu asistennya, Adelio Candido, akhirnya angkat bicara kepada media Portugal, A Bola.

Candido, yang pernah mendampingi Amorim di Braga, Sporting, dan United, mengungkapkan bahwa staf pelatih merasa ide-ide mereka tidak sepenuhnya diterapkan di Old Trafford.

“Pengalaman tetaplah pengalaman, baik hasilnya bagus atau tidak, selalu ada pelajaran yang bisa diambil,” ujar Candido.
“Di Manchester, saya sangat menyukai kotanya dan bagaimana para penggemar menikmati sepak bola dengan fokus pada proyek jangka panjang. Namun yang paling tidak saya sukai adalah perasaan bahwa ide-ide kami tidak sepenuhnya diimplementasikan.”